Maaf Bung, Kami bukan Geng Motor, Kami Club Motor yang cinta damai
Geng Motor dan Club Motor jelas berbeda, perbedaan Geng Motor dengan Club Motor secara garis besar terletak pada sikap anggota, tujuan, dan kegiatan yang dilakukan. Geng motor cenderung anggotanya orang-orang yang bersikap jahat, suka merampok, suka melanggar peraturan lalu lintas, suka membawa senjata tajam, suka tawuran antar geng motor lain, bahkan pelantikan anggota baru pun dilakukan secara kekerasan, tak segan-segan mereka memukuli para junior mereka. Lain halnya dengan club motor yang cenderung anggotanya bersikap baik, bersahabat, patuh pada peraturan lalu lintas, dan pelantikan anggota baru pun dilakukan jauh dari kekerasan, hanya sebagai hiburan, juga sebagai pembelajaran untuk memperhatikan safety riding dalam berkendara dan berkomitmen menjaga nama baik club.
Geng Motor mempunyai tujuan untuk membuat kekacauan dan permusuhan di muka bumi ini, berbanding terbalik dengan club motor yang bertujuan membangun brotherhood antar anggotanya untuk menciptakan perdamaian. Kegiatan yang dilakukan geng motor pun sangat jauh berbeda dengan club motor, kegiatan geng motor tak jauh dari merampok, berkelahi, berbuat anarkis, menyiksa orang lain, sedangkan club motor melakukan kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat.
Walau demikian ada suatu perkumpulan yang menyamarkan diri sebagai club motor padahal sebenarnya geng motor. Jangan sampai tertipu bergabung dengan perkumpulan tersebut. Sebelum bergabung pelajari terlebih dahulu ciri – cirinya, apakah cenderung lebih ke kegiatan yang dilakukan geng motor atau club motor. Jika merasa lebih ke geng motor lebih baik urungkan niat untuk bergabung, karena sangat merugikan baik anda dan orang lain. Namun bila cenderung ke club motor lanjutkan niat anda untuk bergabung, karena anda akan bertemu dengan saudara-saudara baru yang mempunyai tujuan yang baik, selain menjalin parsaudaraan juga bisa menambah relasi.
Masih banyak masyarakat yang salah paham terhadap kehadiran club motor. Masyarakat awam berpendapat club motor yang semuanya berisi orang-orang yang taat peraturan, cinta damai, saling mempererat persaudaraan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, tetapi dicap sebagai geng motor yang suka berbuat anarkis. Lihat saja yang dilakukan BYONIC (Byson Yamaha Owner Indonesia Club) yaitu club pemilik sepeda motor Yamaha Byson, club motor yang bisa dibilang baru berdiri tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 ini aktif dalam kegiatan sosial seperti baksos, touring, sowan, kampanye safety riding, membantu korban bencana alam dan kegiatan-kegiatan lainnya yang pastinya berdampak positif dan jauh dari hal-hal yang berbau anarkis. Club ini mempunyai tujuan dan AD/ART yang jelas. Club yang diketuai Ivan rivandi ini sangat menjunjung tinggi brotherhood dan safety riding dalam berkendara.
Selain BYONIC banyak club-club sepeda motor lain yang telah terlebih dahulu berdiri dan sampai saat ini masih tetap solid, biasanya satu club motor mempunyai 1 varian sepeda motor dan berada dibawah bendera pabrikan yang memproduksi sepeda motor tersebut seperti PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dan PT. Astra Honda Motor (AHM), Walaupun ada beberapa club juga yang membolehkan beberapa varian sepeda motor dalam satu club. Sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah, asalkan club tersebut mempunyai tujuan yang baik.
Mari kita sebagai anggota club motor menjunjung tinggi persaudaraan dan cinta damai, bukan menciptakan permusuhan, apa pun club motornya kita semua bersaudara, jangan lupa selalu memperhatikan safety riding dalam berkendara untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain, selalu menaati peraturan lalu lintas, dan tidak berbuat anarkis. Keep Brotherhood and ride safely..

